Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2007

Unggulan

Napak Tilas waktu

MENERIMA manuskrip puisi Imung Mulyanto, seakan tak sabar saya segera membacanya. Sebagai seorang jurnalis tulen, Imu­ng Mulyanto adalah sang terampil pengolah seluk beluk frasa dan kata. Tentu saja uraian kalimatnya bakal purna tersaji dalam barisan puisi. Malang melintangnya dalam berbagai peristiwa, perjalanannya ke berbagai arah membuat puisinya kaya de­ngan nilai. Meski jiwa jurnalisnya telah mengakar, tapi da­ging kemanusiannya tak dapat dibendung untuk turut memberi simpati dan empati. Dengan puisilah hal tersebut dapat ditam­pung, jiwa-jiwa manusia terdalam. Simak puisi ini; Mengapa di Santerra De Laponte tak ada kemarau? / Padahal di rumahku panas dan gersang,/tak bertumbuh bunga cinta setangkai pun! Bukankah kemarau pe­ristiwa alam yang biasa dan wajar? Apa hubunganya dengan rumah dan tumbuh bunga cinta? Bagi saya itu ruang penyair.  Pada bagian 1, Imung Mulyanto seakan menyambangi berbagai peristiwa alam, flora fauna seolah membisik pelan pesan-pesan, dan si penyair me...

History of War

Best friends: Karya Tracing

Design Lama, Awal-awal Mengenal Photoshop dan Coreldraw

Kekasihku 26: Cerita dari Blazer Hitam

Bersalaman

Hujan Pertama di Bulan Oktober

Bila kau punya kekasih yang terobsesi menjadi penyair

Pesan untuk bunda

Pria Bersorban Hitam

Merenung Perihal Pemilwa*

Oleh-oleh dari Pagelaran Wayang

Kekasihku 21: Kau Selalu Menyebut di Meja Rias Itu Ada Aku

Bapak

Pohon kamboja

Singgah pada sejarah

Jalan

Transisi

Sajak Buah Dada

Mandi di Rumah Raja Ali Haji

Tujuhbelas Agustus Duaributujuh

Senja Terakhir

Karya desain grafis pertama saya yang dicetak dalam jumlah banyak

Lelaki dengan Sebatang Rokok di Jarinya

Potret serdadu di ruang tamu

Idul Fitri 3

Idul Fitri 2

Idul Fitri 1

Kekasihku 25: Memotretmu II

Kekasihku 24: Mencatat Rindu

Kekasihku 23: Memotretmu

Kekasihku 22: Berjoget Dangdut

Kekasihku 20: Coban*

Kekasihku 19: Layang-layang

Kekasihku 18: Diam

Kekasihku 17: Kekasihku yang lain

Kekasihku 16: Menangislah batu

Kekasihku 15: Kisah om No, aku, dan keraguanmu

Kekasihku 14: Api

Kekasihku 13: Sepasang bibirmu

Kekasihku 12: Kabut

Kekasihku 11 : Ular Tangga

Kekasihku 10: Khotbah

Kekasihku 9: Biji

Kekasihku 8 : Pantai

Kekasihku 7: Halma

Kekasihku 6 : Tebak-tebakkan

Kekasihku 5 : Momok*

Kekasihku 4 : Taman Rahasia

Kekasihku 3 : Sajak-sajak kita

Kekasihku 2 : Pertemuan

Kekasihku

Kose

Candu

Sang Naga

Rahim

Berburu Hidup

Wujud-Mu

Kesenyapan Langit

Pagi dan seekor pipit

Saudah

Kekasihku

Pulang Kampung

Tepian Ranu

Mengingat kematian

As hati

Kanvas-kanvas purnama

Oase-oase

Pentas perempatan jalan

Pecahan mimpi

Gadis kecil

Puing-puing keresahan

Terasing pojok zaman

Ekspresionis emosional

Menggapai besitan angin

Lukisan pagi

Aku memperkosa desah nafasku

Tariklah aku bersenandung denganmu

Ijinkan aku kenalan dengan-Mu

Ingin aku merindu

Dalam pelukan jemariku

Saat cinta menyapa