Langsung ke konten utama

Unggulan

Napak Tilas waktu

MENERIMA manuskrip puisi Imung Mulyanto, seakan tak sabar saya segera membacanya. Sebagai seorang jurnalis tulen, Imu­ng Mulyanto adalah sang terampil pengolah seluk beluk frasa dan kata. Tentu saja uraian kalimatnya bakal purna tersaji dalam barisan puisi. Malang melintangnya dalam berbagai peristiwa, perjalanannya ke berbagai arah membuat puisinya kaya de­ngan nilai. Meski jiwa jurnalisnya telah mengakar, tapi da­ging kemanusiannya tak dapat dibendung untuk turut memberi simpati dan empati. Dengan puisilah hal tersebut dapat ditam­pung, jiwa-jiwa manusia terdalam. Simak puisi ini; Mengapa di Santerra De Laponte tak ada kemarau? / Padahal di rumahku panas dan gersang,/tak bertumbuh bunga cinta setangkai pun! Bukankah kemarau pe­ristiwa alam yang biasa dan wajar? Apa hubunganya dengan rumah dan tumbuh bunga cinta? Bagi saya itu ruang penyair.  Pada bagian 1, Imung Mulyanto seakan menyambangi berbagai peristiwa alam, flora fauna seolah membisik pelan pesan-pesan, dan si penyair me...

History of War

Photobucket

Judul: History Of War
Media: Printing in glossy paper
Source image: Search engine Google
Event: Personal project
Software: Photoshop & Corel Draw
Tahun: 2006

[Saya dulu sangat terinspirasi dan kagum dengan designnya Promonya Konser musik Soundrenalin, mungkin karena gambar perang itu bersetting Perang Dunia ke II,--karena saya juga tergila-gila dengan apapun yang berbau masa lampau, terlihat dari pesawat-pesawatnya. Makanya saya ingin juga membuatnya, dan dalam design yang saya buat saya ingin menceritakan tentang kebuasan perang.]

Komentar

Postingan Populer