Langsung ke konten utama

Unggulan

Napak Tilas waktu

MENERIMA manuskrip puisi Imung Mulyanto, seakan tak sabar saya segera membacanya. Sebagai seorang jurnalis tulen, Imu­ng Mulyanto adalah sang terampil pengolah seluk beluk frasa dan kata. Tentu saja uraian kalimatnya bakal purna tersaji dalam barisan puisi. Malang melintangnya dalam berbagai peristiwa, perjalanannya ke berbagai arah membuat puisinya kaya de­ngan nilai. Meski jiwa jurnalisnya telah mengakar, tapi da­ging kemanusiannya tak dapat dibendung untuk turut memberi simpati dan empati. Dengan puisilah hal tersebut dapat ditam­pung, jiwa-jiwa manusia terdalam. Simak puisi ini; Mengapa di Santerra De Laponte tak ada kemarau? / Padahal di rumahku panas dan gersang,/tak bertumbuh bunga cinta setangkai pun! Bukankah kemarau pe­ristiwa alam yang biasa dan wajar? Apa hubunganya dengan rumah dan tumbuh bunga cinta? Bagi saya itu ruang penyair.  Pada bagian 1, Imung Mulyanto seakan menyambangi berbagai peristiwa alam, flora fauna seolah membisik pelan pesan-pesan, dan si penyair me...

Melatih Tata Letak

 photo IMG_0028copy_zps59a56107.jpg

Karya tata letak ini adalah pertama bagi saya  dalam bentuk nyata. Saya bisa dibilang orang yang sangat berlebihan menimbang  soal komposisi dan tata letak. Saya termasuk gila soal keseimbangan peletakan elemen. Hal-hal tersebut sangat terasa pada karya-karya layout dan desain buku yang saya buat. Barangkali pada karya fotografi juga demikian.

Rupa tata letak ini bermula dari sebuah masalah tentang kerapian dan banyaknya barang yang harus saya simpan. Selanjutnya di masa datang diharapkan barang itu juga mudah ditemukan ketika saya membutuhkannya kembali. Dan tiba-tiba ide tata letak ini muncul untuk menampung barang-barang tersebut.

Sebenarnya hal ini tidak baru. Hal tersebut beberapa kali saya terapkan untuk karya ilustrasi t-shirt dengan menumpuk banyak elemen kemudian ditata sedemikian rupa hingga tetap enak dilihat. Setelah membuat meja selesai dan saya tempatkan dua printer di atasnya. Ada ruang lebar menjulang kosong di atasnya yang dapat menampung beberapa barang saya yang bingung bagaimana saya menyimpannya. Untuk itu saya kumpulkan barang-barang tersebut. Mulai gergaji, pinggaris, timba, gunting, botol oli, dan seterusnya untuk saya gantungkan dengan pola tertentu. Agar manis saya sertakan karya ilustrasi dan fotografi juga sehingga rupa tidak berat dan meletihkan.

Dengan cara penyimpanan seperti ini saya memberikan kemudahan bagi saya sendiri untuk mencari barang-barang yang saya butuhkan untuk pekerjaan. Selain tampilan tembok kayu ini menjadi lebih hidup. Saya tidak repot-repot lagi membeli kotak penyimpanan atau menyembunyikan barang tersebut dimana.

Komentar

Postingan Populer