Langsung ke konten utama

Unggulan

Napak Tilas waktu

MENERIMA manuskrip puisi Imung Mulyanto, seakan tak sabar saya segera membacanya. Sebagai seorang jurnalis tulen, Imu­ng Mulyanto adalah sang terampil pengolah seluk beluk frasa dan kata. Tentu saja uraian kalimatnya bakal purna tersaji dalam barisan puisi. Malang melintangnya dalam berbagai peristiwa, perjalanannya ke berbagai arah membuat puisinya kaya de­ngan nilai. Meski jiwa jurnalisnya telah mengakar, tapi da­ging kemanusiannya tak dapat dibendung untuk turut memberi simpati dan empati. Dengan puisilah hal tersebut dapat ditam­pung, jiwa-jiwa manusia terdalam. Simak puisi ini; Mengapa di Santerra De Laponte tak ada kemarau? / Padahal di rumahku panas dan gersang,/tak bertumbuh bunga cinta setangkai pun! Bukankah kemarau pe­ristiwa alam yang biasa dan wajar? Apa hubunganya dengan rumah dan tumbuh bunga cinta? Bagi saya itu ruang penyair.  Pada bagian 1, Imung Mulyanto seakan menyambangi berbagai peristiwa alam, flora fauna seolah membisik pelan pesan-pesan, dan si penyair me...

Konser Jazz Cedric Hanriot

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

___________________________________________________________________

Barangkali yang pertama kali mendengar musik jazz secara live bakalan terkaget. Di bayangan saya musik jazz adalah musik yang rumit dan tidak sembarang orang dapat menikmati. Musik yang membikin kepala berkerut. Tetapi saya dan hampir seluruh penonton di galeri CCCL Surabaya itu manggut-manggut, menghentakan jemarinya di celana mengikut irama dari komposisi pianis Cedric Hanriot bersama betotan bas Bertrand Baruard yang tak terduga. Dan pukulan drum kasar tapi juga santun dari Jean-Baptiste Pinet. Konser jazz gratis ini diadakan CCCL pada hari Sabtu, 7 Mei 2011,Pk. 19.00 beberapa hari yang lalu.

Sekedar tahu Cedric baru mulai bermain piano pada umur 21 tahun, tapi sudah menjadi bagian dari komunitas besar para jazzman. Bahkan beberapa kali menyabet penghargaan internasional. Di Surabaya ini dia akan membawa konsep segar dari albumnya perdananya “French Stories” bersama Label Plus Loin Music memainkan komposisi orisinal dan melodi Prancis klasik ternama seperti Jacques Brel, Serge Gainsbourg, dan Edith Piaf. Album French Stories telah diperkenalkannya sejak tahun 2007 pada tur di Meksiko, kemudian ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Eropa dan Kanada.

Malam itu meriah, hampir 80% penonton adalah anak muda. Terlihat juga beberapa warga asing. Kursi-kursi penuh dan sebagian terpaksa berdiri, tapi tak mengurangi dan justru membebaskan menikmati komposisi Cedric yang menurut saya mengombak dan tak terduga. Kalau mau dilepaskan barangkali seluruh penonton di CCCL akan bergoyang bersama, tapi sekaligus takzim di single-single yang teduh. Anehnya semua komposisi Cedric adalah instrumental tanpa vokal. Mungkin ini aneh bagi yang terbiasa menikmati konser musik dengan lirik. Tapi penonton tak henti-hentinya menepukkan tangannya ketika lepas selesai setiap single. Bahkan kadangkala penonton bingung, apa single ini sudah selesai atau belum, karena kadangkala ada single-single yang begitu hening di tengah-tengah lagu.

Saya sangat menikmati musik Cedric, karena selama ini kuping saya dan barangkali juga kuping seluruh penghuni Indonesia Raya ini suntuk dan jenuh. Setiap hari disuguhi musik menye-menye yang terkadang tidak bisa dibedakan antara band satu dengan yang lain. Saya makfum itu adalah musik industri, dimana karya musik dipandang sebagai produk yang siap bertarung di arena gulat bebas. Musik bukan dipandang sebagai luapan jiwa yang membebaskan penciptanya dan pendengar, ah ini pernyataan omong kosong :)

Yang sedikit kurang dari konser ini adalah masalah bahasa, karena ada beberapa single dimulai dengan pembicaraan atau suasana keramaian menggunakan bahasa Perancis. Tentu saja seperti saya yang tak paham bahasa Perancis, pesan yang disampaikan akan terlewat. Tapi over all konser ini mengagumkan, bahkan Cedric terpaksa memberi endcore untuk menutup konsernya karena tepuk penonton yang tak putus-putus.

Komentar

Postingan Populer