Langsung ke konten utama

Unggulan

Napak Tilas waktu

MENERIMA manuskrip puisi Imung Mulyanto, seakan tak sabar saya segera membacanya. Sebagai seorang jurnalis tulen, Imu­ng Mulyanto adalah sang terampil pengolah seluk beluk frasa dan kata. Tentu saja uraian kalimatnya bakal purna tersaji dalam barisan puisi. Malang melintangnya dalam berbagai peristiwa, perjalanannya ke berbagai arah membuat puisinya kaya de­ngan nilai. Meski jiwa jurnalisnya telah mengakar, tapi da­ging kemanusiannya tak dapat dibendung untuk turut memberi simpati dan empati. Dengan puisilah hal tersebut dapat ditam­pung, jiwa-jiwa manusia terdalam. Simak puisi ini; Mengapa di Santerra De Laponte tak ada kemarau? / Padahal di rumahku panas dan gersang,/tak bertumbuh bunga cinta setangkai pun! Bukankah kemarau pe­ristiwa alam yang biasa dan wajar? Apa hubunganya dengan rumah dan tumbuh bunga cinta? Bagi saya itu ruang penyair.  Pada bagian 1, Imung Mulyanto seakan menyambangi berbagai peristiwa alam, flora fauna seolah membisik pelan pesan-pesan, dan si penyair me...

I Wanna Have Another Life

Photobucket

Detail

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Karya ini ini adalah hasil interpretasi dari kata Invisible lines, yang saya artikan sebagai segala aturan yang membatasi kehidupan manusia yang selalu ingin merdeka, ia seperti segala peraturan yang ada dalam kehidupan. Tapi manusia selalu berhasil memberontakinya, manusia selalau ingin sesuatu yang baru, selalu ingin hidup yang lain.

Design ini eksperimental untuk menemukan menemukan sebuah gaya electro-surealism.:)

Title: I wanna Have Another Life
Category: Vector Art
Tool: Corel Draw 11
Event: Personal Project
Years: 2008

Komentar

Postingan Populer